Merasa Mudah Emosi ? Coba Baca Cerita ini yang Bisa Jadi Pelipur Hati | ESQ 165

Merasa Mudah Emosi ? Coba Baca Cerita ini yang Bisa Jadi Pelipur Hati

Me Time, Menikmati Waktu Rileks
September 26, 2017
Cara-Mudah-Tersenyum
Cara Mudah Untuk Tersenyum
September 29, 2017

Merasa Mudah Emosi ? Coba Baca Cerita ini yang Bisa Jadi Pelipur Hati

ESQ-165-cara-mengendalikan-emosi-seminar-motivasi-training-motivasi

Jika diamati saat ini banyak sekali orang yang mudah emosi. Marah-marah atau menangis dengan sebab atau tanpa sebab. Hasilnya, ada yang melampiaskan pada diri sendiri, pada orang sekitar, hingga aktif di media sosial.

Ketika orang sedang emosi, biasanya energi negatif itu akan mudah menular pada sekitarnya. Kata lainnya, terpancing emosi secara sadar maupun tak sadar.

Contohnya, ketika seseorang menulis komentar buruk di sebuah berita online, seringnya akan disambut dengan komentar yang buruk juga. Saling meluapkan emosi dan berujung pada perselisihan.

Jenuh tidak sih melihat perselisihan dan emosi di mana-mana. Tadinya ingin hidup dengan suka cita, tenang, dan bersemangat, namun energi negatif ada di mana-mana.

Apa solusinya..?

Jika ini yang Anda rasakan dan tanyakan, mari sama-sama kita simak sebuah kisah yang inspirasi berikut :

Suatu hari seorang pria pemarah datang menemui kakeknya. Saat bertemu, dia mendamprat kakeknya dengan kata-kata kasar. Sang kakek pun hanya mendengarkannya dengan sabar dan tenang, tanpa tanggapan.

Lalu lelaki itu berhenti memaki. Setelah si lelaki selesai meluapkan amarahnya, kake mulai bertanya, “Jika seseorang memberimu sesuatu, tapi kamu tidak menerimanya, lalu jadi milik siapakah pemberian itu?”

“Tentu saja tetap menjadi milik si pemberi,” kata lelaki itu.

“Begitu pula dengan kata-kata kasar dan amarahmu,” timpak kakek. “Aku tidak mau menerimanya, jadi itu tetap milikmu.”

“Aku hanya mengkhawatirkan kamu harus menanggung akibatnya, karena amarah dan kata-kata kasar hanya membuahkan penderitaan. Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dan meludahinya. Ludahnya hanya akan jatuh mengotori diri sendir,” jelas Si Kakek.

Lelaki itu pun terdiam dan merasa malu. Dia meminta maaf, lalu kemudian pamit pergi.

Ya… Begitu pula dengan energi negatif dan emosi di sekitar kita. Jika kita tidak mengizinkan dan sukarela menerimanya, maka semua itu tidak akan berpengaruh pada kita.

Keputusan ada di tangan Anda..!

Bagaimana, ada yang memiliki pendapat?

Yuk share di kolom komentar.

Salam 165

Anda Ingin segera meraih pencapaian tertinggi dalam hidup Anda?
Dapatkan Informasi Training, Tips Menarik dan Artikel Inspiratif dari ESQ 165 melalui email Anda

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *