Cara Mengelola Emosi di Depan Buah Hati – ESQ165 | ESQ Leadership Center | ESQ Way 165 | Ary Ginanjar |Training Motivasi Karyawan | Pelatihan SDM

Cara Mengelola Emosi di Depan Buah Hati

Contoh Public Speaking, Materi Public Speaking,
Bagaimana Kemampuan Public Speaking Bisa Mengubah Hidup Seseorang? Ini Bukti Nyatanya
September 29, 2017
Untuk Apa Hidup, Untuk Apa Diciptakan, Apa Gunanya Hidup
Untuk Apa Ada Di Dunia Ini?
October 3, 2017

Cara Mengelola Emosi di Depan Buah Hati

cara-mengelola-emosi

Pagi Ayah dan Bunda…!!!

Kali ini kami akan berbagi kisah inspiratif tentang orang tua dan anak dalam hal mengelola emosi. Semoga kisahnya bisa menjadi cermin bagaimana kita sebagai orang tua harus bersikap kepada anak.

Seorang ibu baru saja pulang dari tempat kerjanya dalam keadaan lelah. Urusan pekerjaan kantor yang menumpuk masih menggeluyuti pikirannya.

Dengan lunglai, ia membuka pintu rumahnya. Dilihatnya kondisi ruang tamu yang berantakan. Kedua anaknya langsung menyambut kedatangan ibunya seakan berlomba-lomba berbicara, minta ini dan itu.

Pernahkah Ayah dan Bunda berada dalam kondisi seperti ini?

Si ibu makin merasa pening. Akhirnya, ia pun masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya karena benar-benar lelah.

Anaknya yang paling kecil memukul-mukul pintu kamarnya. Didengar pembantunya membujuk dan menghibur sang anak agar tidak mengganggu ibunya yang sedang istirahat.

Namun dalam hati ibu tersebut berkata “Maafkan ibu, nak. Ibu perlu istirahat sebentar saja agar bisa bermain lagi dengan kalian”.

Mungkin banyak ibu-ibu pekerja yang mengalami pengalaman serupa. Karena lelah, si ibu kurang peduli pada anak-anaknya yang seharian ditinggalkannya. Ia berharap anak-anaknya bisa mengerti kondisinya.

Namun ibu tersebut lupa, bahwa sikapnya itu akan meninggalkan jejak di otak anaknya hingga dewasa nanti. Anak akan menilai bahwa jika ibu dalam keadaan capek akan bermuka masam dan sibuk dengan diri sendiri, serta tidak peduli pada sekitar.

Saat lelah… Sangat penting bagi ibu untuk mengelola diri, agar jangan sampai terpancing emosi. Sebab emosi bisa menular.

Daniel Goleman dalam bukunya Social Intelligence menyatakan bahwa di dalam otak terdapat banyak syaraf cermin (mirror neuron) yang dapat memantulkan aktivitas sel otak orang lain.

Tanpa disadari, manusia akan saling menyalin ekspresi wajah, pola nafas bahkan gerakan tubuh orang lain.

Pancaran kebahagiaan di wajah ibu pastinya juga akan menular pada sang anak. Anak akan memiliki konsep di pikirannya bahwa ibu adalah sosok yang menyenangkan dalam situasi apapun. .
Hubungan ibu dan anak pun terjalin dengan indah.

Bagaimana? Apakah Ayah dan Bunda akan merubah sikap dan perilaku Bunda kepada anak?

Sebarkan kisah inspiratif ini agar makin banyak lagiAyah dan Bunda di luar sana yang tercerahkan hati dan pikirannya.

Nah, jika Ayah dan Bunda tertarik untuk tahu lebih detail tentang ilmu parenting, yuk join dengan Dr. HC. Ary Ginanjar dan pakar parenting Ida S. Widayanti di Training ESQ Parenting.

Info lebih detail silakan katakan “SAYA” di kolom komentar. Nanti tim ESQ akan segera membantu.

Salam 165

Anda Ingin segera meraih pencapaian tertinggi dalam hidup Anda?
Dapatkan Informasi Training, Tips Menarik dan Artikel Inspiratif dari ESQ 165 melalui email Anda

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *