Kisah Inspiratif, Tukang Bakso Mau Naik Haji – ESQ165 | ESQ Leadership Center | ESQ Way 165 | Ary Ginanjar |Training Motivasi Karyawan | Pelatihan SDM

Kisah Inspiratif, Tukang Bakso Mau Naik Haji

Mengatasi Rasa Takut Gagal Dalam Jualan Mengatasi Rasa Takut Gagal Dalam Jualan, cara menghilangkan rasa takut dalam diri cara menghilangkan rasa takut dalam diri,
Takut Gagal Saat Jualan? Coba Lakukan 3 Hal Ini
July 13, 2017
Training ESQ QX, Training Motivasi Mahasiswa, Training ESQ Quantum Excellence, Training ESQ Unpas
One Day Training ESQ QX Bagi Wisudawan Unpas
July 14, 2017
Kisah Inspiratif, Tukang Bakso Mau Naik Haji

B elajar itu bisa dari mana saja. Termasuk dari hal-hal sepele yang kita jumpai di lingkungan sekitar. Misalnya seperti cerita seseorang yang menemukan keunikan dari penjual bakso yang ditemuinya berikut :

Sore itu saya masih memiliki cukup waktu luang untuk mengurus tanaman dan mengasuh anak-anak yang sedang belajar. Lalu, sayup-sayup terdengar suara tek.. tek.. dari tukang bakso dorong yang lewat.

Saya pun menghentikan tukang bakso dan membeli beberapa mangkok untuk anak-anak. Usai makan, saya pun membayar semuanya.

Saat itu, ada yang menggelitik hati dan pikiran saya, ketika melihat si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Sebagian uang dimasukkan ke laci gerobak, sebagian ke dompet, dan sisanya ke kaleng bekas kue.

“Bang, boleh tahu kenapa uang-uang itu dipisahkan? Apa ada tujuannya?” tanya saya.

Sambil tersenyum si tukang bakso menjawab, “Oh iya pak. Saya udah memisahkan uang-uang ini sejak jadi tukang bakso 17 tahun lalu. Maksudnya ya hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak saya, mana yang menjadi hak orang lain, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman.”

“Maksudnya…,” tanya saya lagi karena memang masih belum paham.

“Iya pak, kan Tuhan menganjurkan kita untuk ingat berbagi kepada sesama. Nah, saya membaginya menjadi 3.

PERTAMA uang yang masuk ke dompet itu untuk keperluan sehari-hari saya dan keluarga.
KEDUA uang yang masuk ke laci itu untuk sedekah dan infaq, atau untuk ikut melaksanakan ibadah Qurban.
KETIGA uang yang masuk ke kencleng itu untuk menyempurnakan ibadah saya kepada Tuhan. Saya islam dan ingin memampukan diri ini untuk melaksanakan ibadah haji. InsyaAllah dari ini saya dan istri bisa berangkat 2 tahun lagi,” jelas tukang bakso.

Mendengar jawaban sederhana ini hati saya sangat.. sangat tersentuh. Nasib kita mungkin saja lebih baik dari si tukang bakso. Namun, belum tentu kita memiliki pikiran dan rencana hidup yang indah sepertinya.

Kadang kala kita pun sering berlindung di balik ungkapan ‘tidak mampu’ atau ‘belum ada rezeki’ untuk hal-hal yang jelas-jelas baik bagi diri sendiri.

Masih penasaran, saya pun melanjutkan sedikit pertanyaan pada si tukang bakso. “Wah rencana Abang sangat bagus. Tapi Bang, ibadah haji kan hanya diwajibkan untuk mereka yang mampu?”

“Itulah sebabnya Pak. Saya justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu. Definisi mampu bukan hak pak RT, RW, Camat atau MUI. Maksudnya kita diberi kebebasan untuk mendefinisikan kata mampu itu.

Bila kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang yang tidak mampu, maka selamanya mungkin kita akan menjadi manusia yang tidak mampu.

Sebaliknya, saat kita mendefinisikan diri mampu, maka InsyaAllah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberikan kemampuan untuk kita.”

Subhanallah… Begitu indah, hangat, dan membahagiakan sore ini. Saya mendapatkan sebuah pelajaran berharga lewat jawaban elegan si tukang bakso.

Bagaimana dengan Anda? Apakah memiliki sebuah cerita serupa? Atau cerita lain yang bisa menginspirasi?

Yuk share di kolom komentar…!

Salam 165

 


Dapatkan tulisan-tulisan yang menginspirasi dari ESQ 165 Great Character Series dengan like halaman facebook https://www.facebook.com/ESQ165.ID/

Informasi mengenai Pelatihan ESQ kunjungi  Training ESQ 165 Great Character Series

Dapatkan 10 Video Gratis ESQ Virtual Training dari Dr. H. C Ary Ginanjar Agustian

Anda Ingin segera meraih pencapaian tertinggi dalam hidup Anda?
Dapatkan Informasi Training, Tips Menarik dan Artikel Inspiratif dari ESQ 165 melalui email Anda

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *